
Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tahun 2026 melaksanakan program kerja pembuatan kompos di SMP Negeri 2 Berbah pada Jumat, 11 September 2026. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan Kegiatan Rutin Integratif Berbasis Delapan Dimensi Lulusan (KRIDA) dan melibatkan murid SMP Negeri 2 Berbah.
Program pembuatan kompos menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PK dalam mendukung lingkungan sekolah yang bersih dan peduli terhadap lingkungan. Kegiatan ini juga berkaitan dengan penerapan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya melalui pengelolaan dan pemanfaatan sampah organik di lingkungan sekolah.
Kegiatan diawali dengan pengumpulan bahan organik, seperti daun kering dan sisa tumbuhan yang tersedia di lingkungan sekolah. Mahasiswa PK kemudian mendampingi murid dalam mengenali, mengumpulkan, dan mengolah bahan-bahan tersebut menjadi kompos. Melalui kegiatan ini, murid memperoleh pengalaman belajar secara langsung mengenai pemanfaatan limbah organik.
Guru SMP Negeri 2 Berbah, Pak Irfan, menilai program tersebut memberikan manfaat karena sebelumnya belum banyak kegiatan yang membahas pengolahan sampah organik di sekolah. Menurutnya, sampah yang sebelumnya hanya menjadi limbah dan dibakar hingga menimbulkan polusi kini dapat diolah menjadi pupuk organik.
“Program pembuatan kompos ini sangat baik. Sampah yang tadinya hanya menjadi limbah dan dibakar hingga menyebabkan polusi, kini diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman,” ujar Pak Irfan.
Beliau menambahkan bahwa kegiatan tersebut dapat menambah pengetahuan dan pengalaman murid dalam memanfaatkan daun kering, sekaligus berharap program ini dapat terus dikembangkan ke depannya.
Apresiasi serupa disampaikan oleh Pak Muhadi selaku pihak sekolah. Menurutnya, kegiatan ini mengedukasi murid mengenai pentingnya mengolah sampah dan limbah di sekitar sekolah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman.
“Pihak sekolah sangat mengapresiasi program pembuatan kompos ini karena dapat mengedukasi anak-anak tentang pentingnya pengolahan sampah dan limbah di sekitar sekolah menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk keberlangsungan tanaman,” ungkap Pak Muhadi.
Beliau juga menjelaskan bahwa program tersebut membantu sekolah memanfaatkan kembali sarana komposter yang sudah lama tidak digunakan. Selain itu, kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk membantu perawatan berbagai tanaman di lingkungan sekolah.
Tanggapan positif juga datang dari salah satu murid bahwa kegiatan pembuatan kompos tersebut memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Yola, murid kelas VIII SMP Negeri 2 Berbah, mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan limbah organik.
“Saya jadi tahu bagaimana memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang berguna. Jika ada waktu luang, saya tertarik untuk mencobanya sendiri di rumah,” tutur mereka.
Program pembuatan kompos mendukung SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengelolaan sampah organik. Kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pengalaman belajar kontekstual serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui pembiasaan perilaku peduli lingkungan. Ke depannya, program ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh murid maupun pihak sekolah.
